Buruh PT Garam Tuntut Kepastian Kontrak Kerja

  • Whatsapp

KABAR SUMENEP | Ratusan buruh mendatangi kantor PT Garam (Persero) Pegaraman 1 Sumenep, Rabu (19/5/2021). Mereka datang di kantor yang berada di Jalan Adi Sucipto nomor 1, Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget tersebut, untuk meminta penjelasan tentang masalah pemberhentian buruh.

Pantauan Kabar Madura di lokasi, para buruh mendatangi kantor PT. Garam sejak pukul 08.00 pagi. Mereka rela menunggu hingga diberi kepastian meski kondisi hujan.

Salah satu perwakilan buruh, Jamaluddin, menyampaikan bahwa adanya pengurangan karyawan itu sangat memberatkan. Bahkan akan menambah jumlah pengangguran.

Sehingga ratusan buruh itu, meminta penjelasan kepada manajemen PT Garam mengenai alasan pengurangan karyawan. Terutama tenaga kerja perempuan, karena menurut Jamal, dinilai kurang kuat tenaganya.

Pria asal Desa Pinggirpapas itu juga meminta kepastian kontrak atau formalitas pemberhentian yang tidak kunjung diberikan kepada para buruh. Salah satunya perjanjian kerja.

“Setiap petak biasanya kan 6 sampai 7 orang. Jika perempuan 3 orang, maka tinggal 1, duanya hangus. Itu tidak ada surat pemberhentian, kami juga mau minta itu ke perusahaan, surat bermaterai itu juga tidak ada,” kata dia, Rabu (19/5/2021).

Kebijakan itu diklaim sangat tidak diharapkan oleh buruh di sekitar kantor Pegaraman 1 Sumenep. Sebab, hal itu merupakan mata pencaharian warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Protes tersebut akhirnya ditanggapi pihak PT. Garam. Keamanan PT Garam Pegaraman 1 Sumenep Sukamto saat menemui para buruh menyampaikan, pihaknya bukan memberhentikan melainkan mengurangi jumlah pekerja.

Menurut dia, kurang efektif apabila lokasi atau pekerjaan mampu dikerjakan 5 orang, bahkan dinilai kurang efisien apabila dikerjakan sampai 10 orang. Maka dengan pertimbangan itu, PT. Garam harus mengurangi jumlah pekerja.

“Kami belum memasukkan full tenaga kerja, jumlah yang dipekerjakan kembali hanya sekitar 68 persen. Tetap mempekerjakan tetapi sebagian. Mereka perlu penjelasan-penjelasan saja,” papar dia.

Dia menyebut, mestinya ada 371 buruh yang dipekerjakan, namun yang masuk hari ini sekitar 240 orang. Mereka yang tidak dipekerjakan rata-rata perempuan. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *