20 Sekolah Negeri Terancam Dihapus

  • Whatsapp
GENERASI BANGSA: Para siswa pulang dari sekolahnya. (Foto: Moh Razin)

KABAR SUMENEP | Jumlah sekolah semakin meningkat dan bertambah, sementara kualitas pendidikan belum berjalan searah. Hal itu terbukti banyak temuan sekolah hanya terkesan formalitas saja. Dengan indikator jumlah siswa di bawah jumlah normal alias tidak sampai 60 siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin menyampaikan, berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pihaknya terdapat beberapa sekolah yang diberi peringatan bakal dicabut izinnya atau dihapus.

Sekolah yang kedapatan jumlah siswanya di bawah 60 orang maka sudah disarankan agar mencari jurusan yang sama, terutama yang SMK. Sebab tidak otomatis langsung sekolah paling dekat melainkan harus sama jurusannya.

“Sekolah yang kami datangi sudah diberikan peringatan dan tidak segan-segan akan dihapus lembaganya, mayoritas sekolah swasta,” kata Syamsul.

Dia menambahkan, yang menjadi alasan utama penghapusan sekolah ialah jumlah siswa di bawah 60, itu akumulasi dari kelas 1 sampai 3, namun yang paling banyak sementara adalah SMK, sehingga ketika benar terjadi penghapusan siswa harus pindah ke jurusan yang sama.

Syamsul menegaskan, untuk melakukan penghapusan pihaknya menunggu kepastian atau instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kami menunggu perintah saja, ada sekitar 20 sekolah ini, jika sudah diperintahkan oleh pemprov disuruh hapus, otomatis kami langsung melaksanakannya,” imbuhnya.

Sebab, rata-rata dalam temuannya jumlah siswanya hanya sekitar 10 orang bahkan tidak sampai, sehingga jika itu dibiarkan maka efektivitas sekolah menjadi taruhannya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samioeddin mengatakan, pendampingan dan pengawasan terhadap sekolah harus selalu tegas, bahkan sebagai otoritas daerah tidak usah menunggu instruksi, jika sekolahnya sudah tidak layak, bahkan sampai mempunyai kasus menggelembungkan siswa maka tidak perlu ditoleransi.

“Biar pendidikan itu tidak jomplang, bahkan ada sekolah siswanya 30 an tapi gurunya sampai 40 orang, nah yang demikian jangan dibiarkan,” papar politisi PKB itu. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *