Memilukan, Warga Kepulauan Sambung Aliran Listrik ke Tetangga

  • Whatsapp
PENAMPAKAN: Diharap kondisi listrik merata ke seluruh pelosok. (Foto: Moh Razin)

KABAR SUMENEP | Kondisi perekonomian masyarakat di Sumenep masih dinilai tidak benar-benar baik, hal itu terbukti semua masyarakat masih belum menikmati listrik secara utuh. Hal itu karena sebagian masyarakat masih belum mempunyai kilometer sendiri alias menyambung ke tetangga, terutama di daratan.

Bahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menilai tolok ukur perekonomiannya masyarakat sudah stabil, salah satunya bisa dilihat dari warga sudah menikmati listrik tanpa harus menyambung ke tetangga, artinya sudah memiliki sendiri. Sementara fakta di lapangan masih ada sejumlah masyarakat yang masih belum mampu memiliki meteran atau Kilo Watt Hour Meter (KWH) sendiri.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMD Sumenep Fadholi menyampaikan, tidak terhitung di kepulauan, di daratan saja masih ada masyarakat di beberapa kecamatan yang masih belum punya KWH.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan misalnya terutama di pelosok yang tidak bisa diakses transportasi banyak yang masih belum punya kilometer sendiri, mereka mengalir ke tetangga, kebutuhan listrik itu sebagai salah satu barometer stabilitas perekonomian daerah,” katanya.

Selain itu, di daratan sendiri masih ada daerah yang sampai saat ini masih belum bisa mengakses listrik secara maksimal. Hal itu diakibatkan sinyal listrik masih belum masuk.

Dia menyebutkan, daerah tersebut di antaranya salah satu dusun di Gapura Tengah Kecamatan Gapura, dan Dusun Jangkong Kecamatan Batang-Batang.

“Dua daerah itu masih tersendat juga menikmati listrik, sinyal susah dan coba kami upayakan agar segera masuk ke sana, lagi-lagi akses di sana menjadi kendala,” imbuhnya.

Sementara itu Anggota Komisi l DPRD Sumenep Suroyo menyampaikan, selain menjadi tolok ukur tingkatan perekonomian, banyak masyarakat yang belum mempunyai kemampuan untuk membeli kilometer sendiri. Tentu hal itu bisa berdampak negatif, misal mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat di lintasan kabel aliran tersebut.

“Banyak yang belum punya dan itu menjadi penyebab listrik sering mati bahkan sering terjadi konslet,” sarannya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *