Gali Kandungan Macapat, Bisa Pawangi Hujan

  • Whatsapp

KABAR SUMENEP | Macapat Madura merupakan salah warisan leluhur yang hampir punah. Macapat sendiri merupakan tembang atau puisi tradisional berbahasa Madura.  Biasanya  sering dibaca pada setiap acara-acara. Isinya tentang riwayat kenabian dan orang-orang mulia terdahulu.

Salah satu pegiat macapat Mohammad Syahril mengatakan, banyak ilmu rahasia dalam kandungan macapat, tidak hanya keahlian dalam seni membaca, orang yang sudah alim membaca, seperti Nurun Nubuwwah misalnya, bisa mempunyai keistimewaan-keistimewaan.

Bacaan Lainnya

Di antaranya, bisa jadi pawang hujan, paham sejarah kenabian terutama strategi dalam menaklukan lawan (pada masa pertempuran perang nabi dalam melawan orang kafir), bahkan bisa mengetahui sesuatu yang bakal terjadi, dan lain-lain.

“Banyak ilmu yang jarang diajarkan secara kasat mata, rata-rata bahasa Jawa tetapi ada tafsir lengkap. Bisa berisi primbon untuk menentukan tanggal pernikahan salah satunya, atau mau buat rumah dan bentuknya,” jelas pria berumur 47 itu.

Macapat atau mamaca menurut dia, juga dibaca saat momen-momen sakral seperti selamatan, pernikahan, dan yang lain. Biasanya jika di desa lumrahnya dibaca menjelang tengah malam hingga hampir subuh tanpa mengubah posisi bersila sebagai bentuk tirakatnya. Macapat juga dipercaya sebagai penolak bala dan ilmu jahat.

“Tetapi untuk masa-masa saat ini sudah minim generasi paling muda seusia saya, sempat ada perkumpulannya. Sebab selain tidak mudah belajarnya, harus punya modal suara yang lumayan bagus,” imbuhnya.

Kalau secara resmi tidak ada komunitas macapat, tetapi setiap daerah atau kecamatan pasti ada kelompok-kelompoknya.

Sementara itu, pada peringatan  Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pernah menggelar kesenian macapat atau mamaca terlama sedunia yakni 75 jam secara nonstop di Gedung Ki Hajar Dewantara. (ara/maf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *