Gaji Naik, DPMD Sumenep: Aparatur Desa Wajib Masuk Kantor

  • Whatsapp
DPMD berharap aparat desa berkantor setiap hari. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep mewajibkan seluruh aparatur desa agar aktif masuk ke kantor atau balai desa. Instruksi itu disesuaikan dengan adanya kenaikan gaji perangkat desa.Selain itu pihak kecamatan diminta lebih aktif dalam mengawasi perangkat desa yang jarang masuk kantor.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Desa (Pemdes) Supardi. Dia mengakui memang ada desa yang aparatur desanya yang tidak semuanya masuk balai desa. Bahkan ada yang rumah kepala desanya dibuat layaknya balai.

Bacaan Lainnya

Padahal adanya kenaikan gaji itu pihaknya merekomendasikan para camat menyampaikan meskipun tidak secara tertulis ke setiap desa. Sehingga jika terjadi yang demikian maka camat yang bertanggung jawab.

“Jika semuanya dibebankan ke kami maka tidak jalan. Jika ada yang kejadiannya tidak ngantor bahkan semuanya terkesan formalitas maka camat yang mempunyai otoritas menindak,” katanya.

Termasuk seluruh kepala dusun yang biasa dikenal dengan ketua RW di masing-masing dusun juga diwajibkan untuk masuk kantor. Dan untuk ke depan, mestinya desa-desa di ujung timur Pulau Madura sudah mempunyai absen online (ceklok).

“Di sebagian desa sudah ada kok yang menggunakan ceklok, kalau absen itu wajib. Meskipun tidak ada reward atau sanksi tapi tujuan dinaikkan gajinya itu biar kerjanya fokus tidak macem-macem kalau tidak siap mending diganti saja,” imbuhnya.

Tentunya dengan mengikuti prosedur yang ada, sehingga dalam proses pemberhentian perangkat atau aparatur desa tidak mempunyai konflik itu. Karena harapan besar pemerintah terhadap desa ini sangat besar dalam mewujudkan kemajuan. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *