Sertifikasi Tidak Cair Bukan Kewenangan Kemenag Daerah

  • Whatsapp
Pekerjaan operator butuh pemahaman yang inten.Pekerjaan operator butuh pemahaman yang inten. (Foto: Ist)

KABAR SUMENEP | Adanya sejumlah problem pada pencairan sertifikasi guru membuat Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara. Banyaknya sertifikasi guru yang tidak cari ditegaskannya bukan lagi kewenangan daerah melainkan sudah dari Kemenag pusat.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Muhammad Sadiq menyampaikan, nyaris setiap waktu pencairan terdapat keluhan guru atau pendidik dikarenakan sertifikasinya tidak keluar. Sertifikasi terkadang tidak bisa dicairkan, hal itu lantaran beberapa persyaratan tidak terpenuhi, salah satunya laporan kehadiran atau pemenuhan jam mengajar guru.

Bacaan Lainnya

“Semuanya ditentukan oleh pusat sekarang, kami sudah tidak bisa ngapa-ngapain, biasanya kan pencairan sertifikasi ada yang tiap tiga bulan, nah ketika sudah waktunya itu ada yang tidak cair, itu sering terjadi,” kata Sadik, sapaan akrabnya.

Dikatakannya, beberapa kegiatan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) memang harus dilaporkan ke aplikasi simpatika, jika tiga hari saja tidak melakukan pelaporan maka secara otomatis gajinya akan ditangguhkan.

Apalagi di madrasah dalam proses pelaporan biasanya menggunakan jasa operator, tidak dilaporkan sendiri. Hal ini tentunya komunikasi dengan pihak operator harus terkontrol baik.

“Kadang operatornya kan banyak yang tidak sertifikasi, makanya ini menjadi ujian terberat bagi operator karena harus membikin laporan setiap guru,” imbuhnya.

Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak ketika guru datang untuk meminta solusi sertifikasi yang tidak cair. Tidak sedikit dari mereka harus mengelus dada sebab tidak dapat teratasi.

“Ya ketika sudah bukan wilayah kami, maka tentunya kami hanya bantu-bantu sebisanya saja,” pungkasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *