Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Terapkan PTM

  • Whatsapp
Pembelajaran tatap muka terbatas diharapkan segera diakhiri. Pada tahun ajaran baru pembelajaran akan kembali normal. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Pembatasan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bakal tidak diberlakukan lagi. Pembatasan PTM dinilai tidak efektif lagi untuk diterapkan. Terlebih penyebaran Covid-19 di Sumenep mulai reda. Sehingga, pada Juli mendatang PTM akan diberlakukan secara penuh atau kembali normal.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, penerapan pembatasan PTM akan berakhir pada 12 Juli 2021 mendatang. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Bacaan Lainnya

“Insya Allah tahun ajaran baru Juli depan PTM tanpa terbatas,” katanya, Rabu (26/5/2021)

Dikatakan, meski demikian, sekolah wajib menyediakan protokol Covid-19, wajib menyusun standar operasional prosedur, serta semua guru sudah tervaksinasi sebelum tanggal (12/7/2021).

“Jika semua guru tidak tervaksinasi, maka perlu menghubungi puskesmas terdekat,” ujarnya.

Dirinya akan terus mengkoordinasikan kepada sekolah-sekolah untuk segera mempersiapkan dalam menghadapi PTM. Pihaknya berharap agar penerapan PTM dapat terwujud tanpa kendala.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, sangat bersepakat jika PTM segera diterapkan. Sebab, selama ini pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak maksimal. Terlebih sekolah di daerah pelosok yang jauh dan sulit untuk mengoperasikan internet.

“PTM segera dilakukan asalkan memperhatikan Covid-19,”

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu beralasan, pemerintah cukup lama mengadakan PJJ. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada alasan karena Covid-19.

“Saat ini memang waktunya siswa dan siswi melakukan PTM,” tegasnya.

Diketahui, jumlah sekolah di Sumenep yakni, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK) sebanyak 900, untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebanyak 575 dan SD swasta atau SD Islam sebanyak 79 lembaga, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 43 lembaga dan SMP swata sebanyak 148. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *