DPMD: Belum Ada Pemetaan Potensi Desa

  • Whatsapp
Salah seorang sedang membeli rengginang di Kecamatan Pragaan. (Foto: Moh Razin)

KABAR SUMENEP | Rencana Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep memaksimalkan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak perlu menelaah potensi desa dan mengoptimalkan desa kawasan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat DPMD Sumenep, Tabrani menyampaikan, rencana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa tidak sebatas berpatokan pada potensi yang ada di desa. Sebab desa bisa mengelola apapun saja tanpa harus melihat potensi desa.

Bacaan Lainnya

“Misalnya ada salah satu desa di Sumenep itu ada yang packing beras padahal bukan daerah produksi beras, itu tidak masalah yang penting punya jaringan saja,” kata Tabrani.

Meski pada tahun 2020 ada rencana, minimal ada desa kawasan yang terbentuk, misalnya untuk akses masuk lewat jalur selatan, yaitu Kecamatan Pragaan yang pernah direncanakan menjadi kawasan jajanan berbahan dasar pisang dan memaksimalkan produksi rengginang.

Sementara untuk sektor masuk melalui pantai utara (pantura) mulai Kecamatan, Rubaru dan sekitarnya akan dimaksimalkan beragam produksi berbahan dasar bawang merah. Tetapi, kata Tabrani, sementara ini rencananya itu masih belum matang.

“Karena cakupannya lebih besar dari BUMDes bukan hanya satu desa, minimal ada tiga desa yang harus dihimpun dengan kategori memproduksi berbahan dasar sama. Jika tidak seperti itu tidak bisa terbentuk,” imbuhnya.

Sedangkan untuk daerah yang sudah terlanjur berkembang, tetapi memproduksi berbagai jenis, sedangkan berbahan dasar tidak dari daerah setempat maka pihaknya akan mencoba mengkoordinasikan dengan daerah lain.

“Misalnya seperti rengginang itu kan tidak ada bahan dasarnya di Kecamatan Pragaan, makanya akan coba koordinasikan dengan kecamatan lain. Sehingga bisa berputar hasilnya,” pungkasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *