Merugikan, Travel Gelap Perlu Tindakan Tegas

  • Whatsapp
Travel gelap yang sedang berkeliaran hingga saat ini perlu tindakan dari pihak kepolisian. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Status izin jasa travel di Sumenep dipertanyakan. Sebab, dari sekian jasa pengangkutan penumpang itu diyakini sebagian besar tidak berizin alias travel gelap. Keberadaan travel tersebut merugikan perusahaan bus legal. Bahkan keberadaanya tidak terdata Terminal. Terminal Tipe A Area Wiraraja Sumenep.

Agen Bus Pahala Kencana Hasbullah menegaskan, travel gelap harus dihentikan. Pihak kepolisian harus tegas dalam menyikapi adanya travel gelap. Sebab keberadaan travel gelap jelas merugikan perusahaan angkutan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

Bacaan Lainnya

“Travel gelap harus segera ditangani pihak kepolisian,” katanya, Minggu (30/5/2021).

Dia menjelaskan, selain merugikan perusahaan juga dapat merugikan penumpang. Misalnya, jika ada kecelakaan dijalan para penumpang jelas tidak tercakup dalam aturan pemerintah. Sehingga nantinya tidak ada yang bertanggung jawab ketika terjadi kecelakaan.

“Travel gelap sangat merugikan dan sangat meresahkan bagi kami,” ujar dia.

Hal senada disampaikan petugas perusahaan bus AKAP Fifin Firmaniyah, travel gelap merusak ekosistem transportasi darat yang sudah resmi. Akibatnya, penumpang bus resmi akan berkurang. “Perlu ada tindakan tegas dari pihak kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Area Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, banyak travel gelap yang tidak berizin tetap beroperasi. misalnya pada waktu masyarakat hendak ke Jakarta. Biasanya mereka pada waktu memesan travel di luar kebijakan pemerintah. Hal tersebut menjadi pemicu utama dalam sepinya penumpang. Bahkan mereka tidak pegang surat resmi.

“Travel gelap tanpa izin, dan menjadi hantu bagi bus yang berizin,” tukas dia.

Dia menyebut travel agen gelap hanya dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di mana denda yang diberikan cuma Rp500.000. Padahal dari satu penumpang saja travel gelap itu bisa dapat Rp500.000 sampai Rp700.000

“Hati-hati untuk travel gelap agar tidak sembarangan mengangkut para pemudik,” ucap pria yang akrab disapa Handoko itu.

Kasubbag Humas Polres Sumenep Widiarti Sumenep masih belum berhasil dikonfirmasi. Tetapi sebelumnya menyampaikan, setiap pelanggaran pada penumpang agan diberikan tindakan. “Kami sudah siapkan beberapa personel untuk menindak travel gelap yang berkeliaran,” pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *