AMG Pertanyakan Realisasi Program Integrasi Lahan Garam

  • Whatsapp

KABAR SUMENEP | Integrasi lahan garam yang dicanangkan tahun 2021 belum ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Padahal, pada tahun 2020 lalu, gagalnya lahan tersebut direncanakan bisa terealisasi tahun ini.

Koordinator Aliansi Masyarakat Garam (AMG) Abdul Hayat mendesak pemerintah agar segera mempertegas soal realisasi program integrasi lahan garam. Dengan demikian, produksi garam di Sumenep semakin meningkat

Bacaan Lainnya

“Kami berharap lahan yang sempat gagal itu terlaksana tahun ini,” katanya, Selasa (1/5/2021)

Pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Petani Garam itu menegaskan, integrasi lahan garam dalam setiap tahun harus ada. Serta ada jaminan dari pemkab untuk memperoleh produksi yang berkualitas serta melimpah.

“Kalau tahun ini tidak ada lagi, berarti usaha organisasi perangkat daerah (OPD) terkesan sia-sia,” tegasnya.

Diketahui, Rencananya gagalnya lahan integrasi garam seluas 30 hektar di Kecamatan Talango dan Kecamatan Gapura akan dilanjutkan pada tahun 2021. Anggaran senilai Rp5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Asli Nasional (APBN) akan diusulkan pada tahun 2021. Namun saat ini tidak ada  kejelasan soal kelanjutannya.

Dia mengatakan, pemkab harus jemput bola, alias berusaha keras untuk melakukan terobosan-terobosan baru pada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian.

“Jangan hanya janji, tetapi bukti nyata terhadap rakyat harus diseriusi,” ucap pria yang akrab disapa Ubet itu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Sri Harjani mengatakan, lahan terintegrasi saat ini masih menunggu persetujuan dari pusat. Sebab, semuanya ditentukan oleh Kementerian itu.

Capaian produksi garam tahun ini jelas sedikit dibandingkan tahun lalu. Sebab, harga juga menentukan banyaknya produksi garam rakyat. Target produksi tahun 2020 mengacu pada tahun 2019. Yakni, 236.000 ton yang hasilnya melampaui target

Pada tahun 2019 lalu produksi garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 236.000 ton. dengan stok garam di tahun 2019 sebanyak 102.820,35 ton.

“Tahun 2021 khusus lahan terintegrasi garam masih proses,”  pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *