Sekolah Penggerak Terhambat Guru Tenaga Ahli

  • Whatsapp
Program sekolah penggerak masih belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menargetkan program sekolah penggerak sudah terlaksana Juni ini. Namun, hingga saat ini dari sekian sekolah yang ditunjuk belum sepenuhnya bisa menerapkan program tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan mengatakan, program sekolah penggerak sudah diluncurkan. Namun, hingga saat ini masih guru tenaga ahli belum terbentuk sepenuhnya. Sehingga, pelaksanaan belum terealisasi maksimal.

Bacaan Lainnya

“Saat ini masih tahap pelatihan kepada guru-guru mata pelajaran ilmu IPS (ilmu pengetahuan sosial),” katanya, Selasa (1/6/2021)

Dikatakannya, untuk pelatihan lebih difokuskan kepada guru IPS. Untuk pelatihan kepada guru lainnya saat ini masih belum berjalan.

“Jika seleksi sudah selesai dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), maka semua sekolah akan selesai,” ujar dia.

Menurutnya, ada empat tahapan transformasi sekolah di Sumenep melalui program sekolah penggerak. Pertama, hasil belajar siswa di atas level yang diharapkan. Kedua, lingkungan belajar aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan.

Ketiga, pembelajaran berpusat pada murid, bukan berpusat pada regulasi. Dan keempat, refleksi guru dan perbaikan pembelajaran diharapkan terjadi dan sekolah melakukan pengimbasan.

“Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru),” ujar dia.

Diketahui, jumlah sekolah di bawah naungan Disdik Sumenep di antaranya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK) sebanyak 900 an, untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebanyak 575 dan SD swasta atau SD Islam sebanyak 79 lembaga, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 43 lembaga dan SMP swata sebanyak 148.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep Didik Suharto mengatakan, guru patut segera diberikan pembekalan pendidikan secara intens. Sebab, jika tidak demikian, akan berakibat pada peserta didik.

“Seleksi atau pembekalan pada guru-guru wajib terus dilakukan,” pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *