Insentif Guru Non Sertifikasi di Kemenag Belum Cair

  • Whatsapp
Tunjangan profesi guru (TPG) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) masih mandek. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Tunjangan profesi guru (TPG) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), hingga saat ini belum dicairkan. Padahal, saat ini memasuki pertengahan tahun 2021 yang semestinya insentif tersebut sudah cair.

Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep Mohammad Sadiq mengatakan, TPG yang harus dicairkan setiap 6 bulan atau per semester itu masih tidak cair. Hal itu berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Pencairan masih belum. Biasanya sudah cair. Kami itu tidak dapat konfirmasi atau pemberitahuan, kadang lebih tahu gurunya ketimbang kami,” katanya.

Dia menjelaskan, insentif guru non PNS atau non sertifikasi ditentukan dengan kriteria di Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika). Sementara untuk sertifikasi ada pemberkasan khusus. Proses pemberkasannya tidak mudah, yakni memenuhi absensi jadwal mengajar, jumlah jam, dan pemberkasan lainnya seperti menginput RPP, silabus dan pemberkasan lainnya.

Khusus guru sertifikasi minimal mengajar 24 jam dalam satu minggu, dan dalam satu hari selama 8 jam pelajaran. Ada 30 persen guru sertifikasi dari seluruh jumlah guru madrasah di Sumenep.

“Sebanyak 15 guru baik dari madrasah Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah ( MA). Sementara yang dapat insentif sudah punya nomor induk kependudukan (NPK).

Kendati seperti itu, Sadiq berharap, untuk penjaringan atau pengrekrutan guru sertifikasi pihaknya mengaku itu semua ditentukan Kemenag pusat, sehingga kebutuhan dan proses seleksi merupakan wilayah pusat.

“Itu nanti prosesnya langsung dihitung dari Simpatika, jika sudah waktunya dan memenuhi syarat maka langsung terpanggil mengikuti seleksi,” pungkasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *