Gagal Berangkat, Biaya Haji Tidak Bisa Ditarik Seluruhnya

  • Whatsapp
Kendati pemberangkatan haji dibatalkan dalam dua tahun terakhir, pendaftar baru terus berdatangan. (Foto: moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Ribuan calon jamaah haji (CJH) asal Madura dipastikan tidak bisa menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Mereka yang sudah terjadwal dan terdata sesuai antrian, harus menunda keberangkatannya. Hal itu terjadi, menyusul terbitnya Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 pada 3 Juni 2021 lalu.

Kebijakan Arab Saudi untuk mengurangi penyebaran Covid-19 itu, hampir berdampak pada seluruh negara di Asia. Sehingga sebagian besar tidak bisa memberangkatkan CJH ke Tanah Suci.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, sebagian besar CJH di Madura sudah melunasi pembiayaan. Sebagian besar yang batal berangkat tersebut, merupakan CJH yang keberangkatannya juga dibatalkan pada musim haji tahun 2020 lalu.

Selain melunasi pembayaran, sebagian jamaah sudah divaksin, termasuk dilatih atau dibekali dengan kematangan dalam menjalankan ibadah haji.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Sumenep Innani Mukarromah mengatakan, penarikan dana tidak bisa seluruhnya, hanya setoran pelunasan. Sebab, jika diambil seluruhnya, tidak masuk dalam kuota dan akan batal berangkat di tahun 2022.

Mekanisme pengambilan dananya,CJH melapor terlebih dahulu ke Kemenag Sumenep. Kemudian Kemenag Sumenep mengajukan permohonan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur dan akan diteruskan ke Dirjen Haji Kemenag serta BPKH.

“Jadi, mekanismenya harus melalui pengajuan ke Kemenag. Setelah itu diproses hingga ke pusat,” ucap Innani. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *