KSA Assalam Tanamkan Kecintaan Anak terhadap Lingkungan Sejak Dini

  • Whatsapp
Komunitas Sekolah Alam (KSA) Assalam semakin produktif merawat lingkungan. (Foto: Ist)

KABAR SUMENEP | Komunitas Sekolah Alam (KSA) Assalam semakin gencar merawat lingkungan. Hal tersebut dibuktikan dengan mendesain kebun konservasi yang terletak tengah hutan, tepatnya di Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan berbatasan dengan Desa Tambukoh dan Desa Bragung.

Di kebun seluas 15 hektar tersebut tersebut terlihat panorama alam indah dengan suasana yang menyejukkan. Di dalamnya terdapat banyak tanaman; seperti  pohon jati, akasia, pohon mahoni, bambu, pohon jambu mente, jeruk, alpukat, nangka, kopi, dan semacamnya.

Bacaan Lainnya

Menariknya, semua itu merupakan aset yang dimiliki Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk. Lebih jelasnya lagi, Kebun Konservasi Assalam berada di bawah naungan lembaga Biro Pengabdian Masyarakat (BPM) Annuqayah.

Pada tahun 2014, kebun konservasi tersebut ditetapkan sebagai tempat pembelajaran atau ruang kreativitas bagi siswa-siswi Annuqayah dan juga masyarakat sekitar. Selain itu, kebun tersebut juga menjadi tempat kegiatan kemah lingkungan, dan kemah pramuka yang pesertanya dari tingkat madrasah ibtidaiyah sampai perguruan tinggi.

“Harapan kami sangat sederhana, yaitu terwujudnya generasi yang mencintai alam dan lingkungan,” terang Syahirul Alim, Koordinator KSA Assalam, Minggu (6/6/2021).

Di kebun tersebut, selain sebagai markas KSA, juga dilengkapi fasilitas musala atau langgar budaya, yang menjadi tempat salat berjamaah sekaligus  tempat musyawarah atau diskusi tentang lingkungan, seni budaya, pertanian, dan sebagainya. Selain itu, ada rumah batik yang berada di sebelah utara langgar budaya. Rumah batik ini menjadi tempat pelatihan membatik yang diadakan setiap tahun.

Dua tahun terakhir, sejak tahun 2019, KSA Assalam Annuqayah telah melaksanakan program Komunitas Belajar Bermain Assalam dengan konsep sekolah alam. Kegiatan ini dibantu oleh beberapa relawan dan juga mendatangkan beberapa pemateri kompeten. Sasaran kegiatannya yaitu anak-anak usia dini yang berasal dari Desa Prancak dan sekitarnya. Sementara itu, tidak ada pungutan biaya dalam program tersebut.

“Kami ingin mengajarkan bahwa mencari ilmu bisa di mana saja dan bisa dengan cara-cara yang jauh lebih menyenangkan,” imbuhnya.

Uniknya lagi, desain dan format sekolah alam sangat efektif untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan orang lain.  Setelah dua tahun terlaksana, kegiatan tersebut direspon positif oleh masyarakat sekitar.

“Tentunya kami ingin menghimpun lebih banyak lagi pihak-pihak yang ingin bekerja sama untuk menyempurnakan sistem sekolah alam ini dengan standar yang lebih baik.. Sekolah alam ini dibilang sangat baru, namun setelah dua kali terlaksana, kami menyadari bahwa kegiatan ini harus terus berkelanjutan dan dikembangkan,” pungkasnya. (ara/maf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *