Pasca Dua Orang Dinyatakan Positif Covid-19, Dinkes Intensifkan Swab PMI

  • Whatsapp
Dinkes Sumenep intensifkan swab PMI yang tiba setelah dua orang dinyatakan terinfeksi Covid-19. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumenep terinfeksi varian baru Covid-19. Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep sudah melacak dan melakukan tes swab ke seluruh PMI.

Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono menjelaskan, agar masyarakat mempunyai kesadaran diri untuk mengikuti imbauan pemerintah, sebab dari 427 PMI asal Kota Keris itu, termasuk bersama dua orang yang terdeteksi terinfeksi.

Bacaan Lainnya

“Kami tetap melakukan tracing, karena dua PMI yang positif sudah dikarantina di Surabaya, dan yang lain sudah dilakukan tes swab dan sebagainya, sebagai salah satu upaya,” kata Agus.

Pihaknya merekomendasikan agar aktivitas sehari-hari tidak boleh lepas dari protokol kesehatan, pelacakan dan vaksinasi. Sebab khusus vaksinasi, mempunyai kontribusinya besar untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut.

“Meski sudah divaksin, masyarakat itu tidak ada jaminan untuk tidak ditular dan menularkan. Makanya tetap pada anjuran 5 M,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Covid-19 terus-menerus bermutasi hingga berbagai varian. Varian baru yang terdeteksi masuk ke wilayah Madura terindikasi melalui PMI. Sedangkan Covid-19 varian baru yang terdeteksi yaitu disinyalir berasal dari Afrika Selatan.

Varian baru itu, gejalanya ringan atau polanya sama dengan varian lama, tetapi lebih cepat menular dan menjadi berat bahkan meninggal. Sehingga untuk menyiasati itu, agar tidak mengimbas ke Sumenep, pihaknya melakukan penyekatan di pintu masuk Sumenep.

PMI yang pulang ke Sumenep harus melewati prosedur yang ketat, sebelum benar-benar sampai ke rumah masing-masing, harus dikarantina 5 hari. Selama 2 hari di Surabaya lalu dipulangkan ke kabupaten masing-masing, dan hari ke 3 sampai 5 harus dikarantina lagi di daerah dia tinggal, lalu dirapid lagi jika bersih baru diperbolehkan beraktivitas.

“Jika kedapatan positif, maka kami akan bertindak cepat, mulai proses tracing, tracking serta kemudian nanti akan dites PCR dan seterusnya,” pungkas dia. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *