Pengerjaan 9 Proyek Dikebut

  • Whatsapp
Kondisi pengerjaan peningkatan jalan milik Dinas PU Bina Marga yang saat ini sedang dikerjakan. (Foto Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Pengerjaan 9 proyek milik Dinas PU Bina Marga diminta dipercepat. Sebab, keberadaan proyek tersebut sudah dinilai lambat dari target awal pengerjaan. Di mana seharusnya proyek tersebut sudah dikerjakan sejak bulan Maret lalu, namun sampai saat ini masih baru selesai lelang

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, proyek yang sudah lambat pengerjaan wajib dipercepat. Sebab, jika tidak nantinya proyek tersebut terancam melabrak deadline yang sudah ditentukan.

Bacaan Lainnya

“Kalau labrak deadline, yang semestinya penggunaan jalan tahun 2021 maka tidak dapat dipergunakan,” katanya Minggu (6/6/2021).

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, seharusnya semua proyek, terlebih proyek peningkatan jalan yang banyak dibutuhkan masyarakat tersebut dikerjakan paling lambat bulan Mei 2021. Sehingga, optimis pada akhir tahun 2021 sudah selesai.

“Ini PR (pekerjaan rumah) bagi Dinas PU Bina Marga, dan mau tidak mau wajib selesai akhir tahun 2021,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, 9 paket peningkatan jalan saat ini mulai dikerjakan. Dana tersebut menelan Rp36 miliar. Pengerjaan peningkatan jalan saat ini akan dikebut mengingat waktu sudah mepet.

“Insya Allah akhir September 2021 sudah selesai. Bahkan, bisa sebelumnya,” ujar dia.

Dia mengatakan,proyek peningkatan jalan sebetulnya ada 10 paket. Tetapi, karena satu masih belum selesai lelang yakni di Jalan Padike-Cabbiya yang dianggarkan Rp4.426.840.000 masih menunggu proses lelang selesai.

“Kami berjanji akan terus awasi rekanan. Sehingga pengerajaan tidak dilakukan asal-asalan,” tukas dia.

Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Mustangin mengatakan, saat ini yang masuk lelang dan mulai dikerjakan lebih banyak di Dinas PU Bina Marga. Sementara untuk dinasnya lainnya dapat menyusul.

“Dan jika sudah terlelang, maka perlu pengerjaan bisa dikebut, khawatir tidak selesai akhir tahun 2021,” pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *