Ketentuan BEP di Perda Tembakau Potensial Direvisi

  • Whatsapp
Dinilai Merugikan, ketentuan BEP di perda tembakau akan direvisi dengan alasan untuk menguntungkan petani. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari meminta Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Sumenep segera merevisi regulasi yang mengatur break even point (BEP) atau batas harga tembakau di Sumenep.

Regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau.

Bacaan Lainnya

Alasan harus direvisi, perda tersebut dinilai belum terbukti dalam melindungi petani tembakau dari monopoli perdagangan tembakau.

Selain itu, agar bisa spesifik mengatur besaran harga sebagai bentuk optimalisasi dalam mensejahterakan petani tembakau. Tujuan yang ingin dicapai, sebagai solusi  dari pemerintah daerah agar kehidupan petani lebih sejahtera.

Menurut Juhari, BEP belum diatur dengan serius di perda itu, Sementara kualitas tembakau di Sumenep telah diakui oleh daerah luar. Sehingga pihaknya akan merevisi agar ada aturan baru yang berpihak kepada petani.

Karena memang adanya upaya untuk BEP memang sudah diupayakan sejak lama, tapi berhubung ada konflik yang juga mengancam kondusifitas petani tembakau pada masa itu, maka pihaknya mengikuti alur terlebih dahulu.

“Ceritanya itu panjang, pabrikan sempat mengancam tidak akan membeli tembakau di Sumenep kalau menerapkan BEP. Tidak ada pansus tetapi revisi perda ini perlu diseriusi,” kata politisi PPP itu. Senin (7/6/2021).

Perkembangan yang dipakai, sampai hari ini tidak ada revisi regulasi, maka harga tembakau selamanya tidak akan berpihak kepada para petaninya.

Terpisah, Kepala DPTPHP Sumenep Arif Firmanto mengaku sudah mempunyai konsep untuk memberikan perhatian kepada petani tembakau di kabupaten berjuluk Kota Keris ini.

“Konsep akan dimatangkan dulu, setelah matang akan kami sampaikan, dan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” papar dia. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *