Program Sanitasi di DPRKP dan CK Masih Pemberkasan

  • Whatsapp
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep diminta lebih serius dalam merealisasikan program. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Hingga saat ini program sanitasi belum terealisasi. Sampai saat ini masih dalam tahap pemberkasan. Padahal, program tersebut direncanakan April lalu mulai dikerjakan.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep, Benny Irawan mengatakan, salah satu faktor lambatnya pengerjaan program sanitasi karena dikuras waktu dengan sosialisasi dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya, April terlaksana. Namun, saat ini masih banyak berkas yang harus dilengkapi,” katanya, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, program tersebut untuk menjamin kebersihan lingkungan. Sehingga terwujud suatu kondisi yang sesuai dengan persyaratan kesehatan.

“Kami belum juga dapat menargetkan kapan akan terealisasi. Tetapi, yang jelas akhir tahun 2021 sudah selesai,” paparnya.

Kata Benny Irawan, anggaran yang akan digelontorkan senilai Rp12,9 miliar akan tersebar di 11 kecamatan, di antaranya untuk tematik, dan penanganan stunting.

“Kami sudah mengusahakan semaksimal mungkin. Namun, apalah daya belum terealisasi,” tukas dia.

Ditambahkan, untuk program sanitasi di antaranya diberikan di Kecamatan Manding di Desa Giring, Desa Manding Daya, Desa Kasengan, Kecamatan Pragaan di Desa Aeng Panas, Kaduara Timur, Kecamatan Saronggi di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Batu Putih di Desa Gedang-gedang, Kecamatan Ganding di Desa Ketawang dan Desa Larangan, Kecamatan Ambunten di Desa Sogien, Kecamatan Dasuk di Desa Bringin, Desa Slopeng.

Untuk tematik penanggulangan kemiskinan, yakni di Kecamatan Saronggi di Desa Talang, Kecamatan Talango di Desa Essang, Kecamatan Ganding Desa Rombia Timur, Kecamatan Pasongsongan di Desa Seddara, Kecamatan Ambunten di Desa Tamba Agung Tengah, Desa Bukabu, Kecamatan Rubaru di Desa Rubaru, Kecamatan Pragaan di Desa Rombasan, Desa Pragaan Laok, Desa Parenduan dan Desa Larangan Perreng. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *