Museum Keraton Kembali Dibuka

  • Whatsapp
Suasana di Museum Keraton Sumenep terlihat tidak ada pengunjung saat wabah Covid-19. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Aktivitas Museum Keraton Sumenep setelah ditutup total selama setahun lebih, kini kembali dibuka. Namun dalam kondisi Covid-19 berdampak pada jumlah pengunjung yang masih sepi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Moh Efendi Disparbudpora Sumenep menyampaikan, awal sebelum wabah Covid-19, jumlah pengunjung yang datang ke Museum Sumenep naik turun . Sejak triwulan ini angka kenaikan setiap bulannya tidak terlalu signifikan.

Bacaan Lainnya

“Pengunjung rata-rata mengaku senang, mereka bersyukur, tetapi memang sepi hari ini hanya 17 orang, kemarin 11 orang, dibukanya mulai hari Sabtu kemarin,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Meski demikian, tahun ini berhubung tidak ada kepastian keberlangsungan dibuka atau ditutup kembali. Maka pihaknya tidak menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD). Jika biasanya ditarget di atas Rp100 juta lebih dalam setiap tahunnya. Artinya ketika museum beraktivitas lagi sepanjang tahun ini maka pendapatan tidak terlalu menjadi target.

Efendi merincikan di awal atau pertama dibuka tahun ini sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp1.300.000, dan sudah disetor sebagai penunjang PAD.

Masih menurut Efendi, sementara untuk wisatawan mancanegara biasanya berkunjung saat ada acara saja, termasuk visit. Sementara untuk harga penjualan tiket tahun ini tidak ada perubahan dewasa Rp5.000, anak-anak Rp3.000, dan wisman Rp10.000.

Kendati seperti itu, perawatan museum tetap terpelihara. Sebab selain menjaga pihaknya juga ditugaskan merawat barang-barang bersejarah yang dititipkan di museum tersebut. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *