Anggaran 50 Persen DBHCHT untuk BLT

  • Whatsapp
Tahun ini realisasi pagu anggaran akan dimaksimalkan untuk bantuan langsung. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Jatah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 di Sumenep lebih sedikit dari tahun 2020. Hal itu terbukti pada pada pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp48,8 miliar, sementara di tahun ini pagu anggarannya Rp40,9 miliar.

Kasubag SDA Pertanian, Perikanan dan Kelautan Bagian Ekonomi Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep, Andi Suprapto menjelaskan, pagu anggaran DBHCHT tidak turun secara signifikan. Kurang lebih penurunannya Rp8 miliar. Untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pihaknya akan lebih mementingkan program prioritas.

Bacaan Lainnya

“Ternyata tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya,” katanya.

Pria yang familiar disapa Andi itu menambahkan, awalnya pengelolaan DBHCHT di bagian perekonomian. Namun pada tahun ini ada perubahan penanggung jawab, yakni di bagian ESDA.

“Tahun ini prioritasnya kepada para pelaku tembakau, akan segera diverifikasi agar tidak tumpang tindih dengan BLT DD, termasuk para pekerja gudang rokok itu menjadi sasaran,” imbuh dia.

Secara spesifik, lanjut dia, rencana penggunaan anggaran tersebut terbagi menjadi tiga komponen, yakni 25 persen untuk satgas yang menjadi pengawas dan pemberantas rokok ilegal, 25 persen untuk kesehatan, dan 50 persen untuk BLT.

“Tetapi untuk besaran bantuan nanti sesuai data penerima, separuh dari pagu itu langsung dibagi jumlah penerima,” pungkasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *