Pembelajaran Daring Dianggap Tidak Maksimal, DPRD Desak Terapkan PTM

  • Whatsapp
Penerapan pembelajaran tatap muka di Sumenep harus segera dilaksanakan. (Foto: Ima Mahdi)

KABAR SUMENEP | Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Keris diminta segera diterapkan. Hal itu dikarenakan hasil evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai tidak efektif. Selain itu, kondisi penyebaran Covid-19 di Sumenep dinilai sudah mulai reda. Sehingga penerapan PTM dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dianggap lebih penting daripada PJJ.

Pentingnya penerapan PTM saat ini sebagaimana disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri. Dia sangat setuju jika PTM diterapkan saat ini. Menurutnya tinggal bagaimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperjuangkan hal itu.

Bacaan Lainnya

”Demi kemaslahatan siswa dan siswi. PTM bisa segera dilaksanakan dengan syarat wajib memperhatikan protokol kesehatan,” katanya, Minggu (13/6/2021).

Sukri menegaskan, untuk memaksimalkan penerapan PTM, tentu paling utama adalah pendataan kepada kesiapan sekolah. Kemudian, sekolah diharapkan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas atau balai kesehatan lainnya.

“Hal ini juga penting sebagai langkah mitigasi apabila sewaktu-waktu terjadi kasus di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Ditambahkannya, penerapan prokes secara ketat perlu menjadi perhatian utama. Maka dari itu, tidak memaksakan apabila ada sekolah yang belum memenuhi persyaratan penerapan PTM.

“Uji coba pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas di masa pandemi Covid-19 sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu. Maka saat ini saatnya cabdin (cabang dinas) bertindak, bisa dievaluasi kembali,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengutarakan, penerapan PTM sudah mulai dipersiapkan. Termasuk koordinasi bersama semua kepala sekolah sudah dilakukan.

“Masih proses sambil menunggu petunjuk dari Kementerian,” ucap dia.

Ditegaskannya, saat ini semua guru yang belum divaksin akan segera dipanggil. Hal itu penting sebagai salah satu syarat sekolah untuk menerapkan PTM.

”Bagi guru yang belum divaksin bisa langsung ke puskesmas terdekat, jika sudah selesai divaksin semua, dalam waktu dekat penerapan PTM bisa segera dilaksanakan,” pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *