Sumenep Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

  • Whatsapp
Keberadan penyuluh KB di Sumenep sangat minim. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Petugas penyuluh keluarga berencana (KB) di Sumenep minim, hal itu diakui oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB). Di mana jumlah penyuluh saat ini dinilai sangat jauh dari kata ideal.

Kasi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga DP3AKB Sumenep Moh Nurhalis menyampaikan, jumlah penyuluh KB masih kurang ideal. Saat ini di ada penyuluh yang mengakomodir beberapa kecamatan.

Bacaan Lainnya

”Idealnya di setiap kecamatan minimal ada tiga penyuluh yang bertugas di lapangan, sementara ini yang sudah dibentuk hanya 24 orang saja, artinya tidak cukup satu orang satu kecamatan. Sementara di Sumenep ada 27 kecamatan,” jelasny6a.

Dia menambahkan, untuk proses penambahan atau rekrutmen penyuluh KB pihaknya menunggu rambu-rambu dari pemerintah pusat. Sebab penyuluh harus terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS).

“Kami pernah melakukan pengajuan tetapi menunggu kuota CPNS nanti, kalau yang diajukan sejumlah kebutuhan yakni minimal tiga orang setiap kecamatan,” imbuhnya.

Kendati seperti itu, lanjut dia, tetap berharap fungsi program kampung KB tetap maksimal. Dengan harapan keterlibatan seluruh elemen terutama tokoh masyarakat di bawah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Siti Hosna menyampaikan, untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDART), sala satu solusinya dengan memaksimalkan peran penyluh dan program kampung KB.

“Nanti persoalan penyuluh akan dipikirkan bersama-sama, terutama dengan elemen masyarakat,” papar dia. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *