24 Paket Rehab Gedung SD Melalui Penunjukan Langsung

  • Whatsapp
Salah satu sekolah di Sumenep yang tidak mendapat bantuan rehab gedung yang bersumber dari DAK. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sudah melakukan verifikasi bantuan rehab gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) tahun 2021. Kendati perencanaan sudah diklaim matang, namun dari 30 paket saat ini hanya 6 paket pekerjaan yang sudah diproses lelang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Moh Iksan menyampaikan, pagu anggaran rehab gedung SD Rp8.507.240.000 miliar. Ada 30 SD yang sudah dinyatakan lolos verifikasi semua. Namun saat ini masih proses lelang, termasuk pembagian daerah atau skala prioritas.

Bacaan Lainnya

”Sementara setiap paket besaran bantuan beragam. Karena ruang kelas yang akan dibangun berbeda-beda, tetapi 6 paket yang anggaran di atas Rp200 juta sudah menunggu pemenang tender,” katanya, Senin (14/6/2021).

Dikatakan Iksan, sementata proses pembangunan yang di bawah Rp200 juta itu, maka akan melalui proses penunjukan langsung (PL). Dalam penunjukan itu diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hari saja.

Dijelaskannya, besaran anggaran tersebut proses pencairannya bertahap, dari pengerjaan 25 persen menunggu laporan terlebih dahulu, begitu seterusnya sampai selesai. Sehingga setiap laporan jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya proses pencarian menjadi kendala tersendiri.

“Akan segera dipercepat prosesnya, agar segera bisa segera dikerjakan, biar lebih cepat selesai dan sesuai target nanti” paparnya.

Anggaran itu, lanjut Iksan, akan diproyeksikan peningkatan sarana prasarana (sarpras) lembaga. Misalnya pembangunan toilet sekolah, perpustakaan, TIK, ruang laboratorium komputer, unit kesehatan sekolah (UKS). Dan sumber anggaran itu adalah dari dana alokasi khusus (DAK).

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samiuddin mengatakan, progres pekerjaan gedung atau sarpras itu membutuhkan pengawasan, termasuk dari dinas sendiri harus melakukan monitoring dan evaluasi (monev).

“Tentunya kami juga akan melakukan pengawasan, kalau perlu sidak nanti” ungkap dia. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *