Lelang Perbaikan Pasar Anom Tunggu Zonasi

  • Whatsapp
Meski pasar butuh penyempurnaan, aktivitas pedagang tetap berlangsung. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Rencana penambahan fasilitas lahan untuk pedagang di Pasar Anom Sumenep tidak kunjung rampung. Kendati sudah satu semester berlangsung namun sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait kelanjutan penambahan fasilitas pasar tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi menyampaikan, sebelum diajukan lelang pekerjaan, tentu ada beberapa tahapan yang wajib dilalui. Maka dari itu pihaknya saat ini masih mempersiapkan sejumlah dokumen pasar.

Bacaan Lainnya

“Kalau penataan sudah mulai rampung, tetapi kan ada yang harus dikoordinasikan terkait pematangan pembangunan, salah satunya dengan beberapa instansi terkait,” kata dia, Selasa (15/6/2021).

Menurut Ardi pembangunan yang dianggarkan sebesar Rp2,6 miliar itu pengerjaannya bertahap. Sebab, anggaran yang ada tentu tidak cukup, sehingga pembangunan harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

Sehingga pihaknya memastikan, anggaran tahun 2022 pasar terbesar di ujung timur Pulau Madura itu harus kembali dianggarkan. Sebab tahapan tahun ini pihaknya masih belum bisa merumuskan akan dibentuk seperti apa.

“Ya tidak akan selesai tahun ini, mungkin tahun ini fokus ke bagian yang lebih prioritas dulu, seperti pendukung pemetaan pedagang,” imbuhnya.

Ardi melanjutkan, salah satu yang menjadi syarat untuk lanjutan pembangunan pasar yakni harus membentuk zonasi. Menurutnya minimal ada lima zonasi yang sudah dibentuk, di antaranya pedagang ecer, pangan kering, pangan basah, pangan siap saji, dan zonasi non pangan. Jika zonasi itu sudah terbentuk, maka proses lelang bisa dimulai.

“Zona kering misalnya, seperti biji-bijian kayak tukang jual kopi akan dikumpulkan atau dikelompokkan dengan pedagang sejenisnya,” tukasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *