Pengadaan Alkes Tunggu e-Katalog

  • Whatsapp
Pengadaan Alkes di Kabupaten Sumenep menunggu tayangnya alat di e-Katalog. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Pengadaan alat kesehatan (alkes) di Kota Keris masih belum terealisasi. Meski triwulan kedua akan berakhir, namun pengadaan alkes tersebut masih menunggu e-Katalog. Lambannya pengadaan alkes itu mengancam pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kekurangan alkes.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Moh. Nur Insan mengatakan, pengadaan alkes butuh referensi di e-Katalog. Sementara sampai saat ini belum muncul. Untuk itu pihaknya tidak berbuat banyak sebelum tayang di e-Katalog.

Bacaan Lainnya

“Kami sifatnya menunggu barangnya, jika sudah ada maka segera dieksekusi,” katanya, Kamis (17/6/2021)

Dikatakannya, sasaran alkes yakni akan direalisasikan pada 30 puskesmas. Alat tersebut bervariatif, tergantung kebutuhan dan usulan dari masing-masing puskesmas.

Tujuan melalui e-Katalog tentu saja untuk mengurangi beban biaya. Sebab, mereka tidak harus mencetak sehingga bisa sedikit lebih menguntungkan. Selama ini penggunaan e-Katalog sudah semakin banyak digunakan oleh pebisnis ataupun marketer. E-Katalog dinilai memiliki tingkat keefektifitasan yang lebih baik daripada katalog biasa.

Pria yang familiar dipanggil Insan itu menjelaskan, anggaran secara keseluruhan senilai Rp470 juta. Dengan demikian, dapat diperuntukkan di seluruh puskesmas. Salah satu alatnya, yakni mendapatkan alat laboratorium dan alat UGD, alat sterilisator alat penyeteril alat alat di puskesmas.

“Pengadaan alat tersebut dipihakketigakan untuk pembelian barangnya,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, pengadaan alkes yang belum terealisasi wajib disegerakan. Dengan demikian, kebutuhan alat di puskesmas dapat terpenuhi. Dirinya berjanji akan memanggil dinas terkait serta akan mempelajari kegiatan pengadaan alkes.

“Semestinya di bulan ini sudah saatnya terealisasi. Dinkes harus proaktif atas kelambatan yang tidak muncul di e-Katalog itu,” pungkaanya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *