Penggunaan DBHCHT Difokuskan untuk Kegiatan Fisik

  • Whatsapp
DBHCHT tahun 2019 dimaksimalkan ke pekerjaan fisik. (Foto; Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 akan dipergunakan untuk kegiatan fisik dan pelatihan. Penggunaan anggaran tersebut berbeda dari sebelumnya, di mana pada tahun sebelumya lebih ditekankan kepada kegiatan pelatihan dan sosialisasi program tembakau.

Kasubag SDA Pertanian Perikanan dan Kelautan Bagian Ekonomi Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep Andi Suprapto menjelaskan, penggunaan anggaran DBHCHT akan dimaksimalkan di pelatihan dan pekerjaan fisik. Sementara saat ini masih dalam tahap koordinasi tentang pembagian jatah di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Bacaan Lainnya

“Tahun lalu tidak ada satu pun pekerjaan fisik, fokus pada pelatihan semua,” jelasnya.

Dia menyebutkan, untuk pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp48 miliar sementara terealisasi Rp37 miliar. Untuk tahun ini pagu anggaran sebesar Rp40 miliar, sementara untuk kegiatan fisik direncanakan di dua kecamatan.

“Akan ada pembangunan untuk menunjang produksi tembakau, tempat masih dirembuk antara Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Guluk-Guluk,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Andi itu menambahkan, penggunaan atau realisasi anggaran DBHCHT nantinya ada penilaian, jika realisasinya maksimal maka akan bertambah, namun sebalikanya akan dikurangi ketika penyerapannya tidak maksimal.

“Termasuk hasil pajak yang dihasilkan dari cukai tembakau di Sumenep ini juga menjadi penentu,” paparnya.

Masih menurut Andi, realisasi DBHCHT tahun 2020 difokuskan kepada pelatihan saja, yakni mulai dari peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, pembinaan biaya cukai, dan pembinaan pemberantasan cukai ilegal.

“Tahun 2020 anggaran DBHCHT tidak terserap semua, masih ada sisa, untuk jumlahnya kami padukan dulu dengan dinas-dinas terkait, karena yang tahun kemarin tidak ada pekerjaan fisik, pelatihan semua, ada juga berbentuk pengembangan usaha untuk pekerja tembakau,” tukasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *