151 Sekolah Gagal Penuhi Syarat Jalankan Sekolah Penggerak

  • Whatsapp
151 sekolah gagal jadi pelaksana program sekolah penggerak, sedangkan 8 sekolah yang masuk akan mulai program itu dari tingkat SMA sederajat. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Puluhan sekolah menengah atas (SMA) sederajat tidak penuhi persyaratan pengajuan program sekolah penggerak. Sehingga, hanya 8 sekolah yang dapat masuk pada program itu.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengutarakan, enam sekolah yang masuk itu, yakni SMA Negeri (SMAN) 1 Gapura, SMAN 1 Ambunten, SMAN 1 Kalianget, SMAN 1 Bluto, SMA Muhammadiyah 1 Sumenep, SMA Miftahul Ulum, SD dan SLB Cinta Ananda.

Bacaan Lainnya

“12 Juli 2021 akan segera dilaksanakan,” katanya, Selasa (22/6/2021)

Sebelumnya ada sebanyak 151 sekolah yang mendaftar sebagai sekolah penggerak, di antaranya, 12 SMA negeri, 71 SMA swasta, 3 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri, 60 SMK swasta, 1 PKPLK negeri dan 3 PKPLK swasta. Setelah disaring, hanya 8 sekolah yang masuk kriteria.

Namun 143 sekolah yang gagal, masih bisa mendapat kesempatan, tapi setelah 8 sekolah itu menjalankan program itu. Utamanya jika program sekolah penggerak di 8 sekolah itu berjalan maksimal.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan kepala sekolah dan para guru untuk menyukseskan program sekolah penggerak,” tandasnya.

Diketahui, ada empat tahapan transformasi sekolah di Sumenep melalui program sekolah penggerak. Pertama, hasil belajar siswa di atas level yang diharapkan. Kedua, lingkungan belajar aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan. Ketiga, pembelajaran berpusat pada murid, bukan berpusat pada regulasi. Dan keempat, refleksi guru dan perbaikan pembelajaran diharapkan terjadi dan sekolah melakukan pengimbasan.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan mengatakan, sekolah penggerak merupakan sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk menjadi pilot project pelaksnaan program belajar untuk menjadikan siswa pandai, berakhlakul karimah serta memahami utamanya mengenai eksistensi Pancasila.

Sasaran utama penggerak sekolah di antaranya, guru, pengawas, kepala sekolah. Semuanya akan diberikan pendidikan dan pelatihan untuk menyampaikan terhadap anak didik mengenai keterampilan pengetahuan serta pendidikan termasuk nilai-nilai patriotisme dan Pancasila.

“Saat ini untuk sekolah penggerak dilakukan webiner atau pelatihan terhadap para guru,” ulas Iksan. (imd/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *