DPRD Sebut Bangunan Toko Liar Merugikan PAD

  • Whatsapp
Satpol PP diharap melakukan tindakan terhadap pasar atau bangunan yang tidak sehat. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Keberadaan bangunan liar di Pasar Pabrik Kecamatan Kalianget mendapat perhatian serius dari legislatif. Bangunan toko itu diminta dilakukan penertiban. Sebab, keberadaannya selain tidak membayar retribusi juga secara terang-terangan melanggar peraturan daerah (perda).

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menekankan, agar penegak perda segera bergegas untuk melakukan tindakan terhadap bangunan liar yang ada di Pasar Pabrik. Seharusnya, ketika sudah ada temuan langsung ada penindakan.

Bacaan Lainnya

“Ketika ada masalah seperti ini, tentunya harus cepat dalam mengambil langkah, khususnya Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” katanya, Minggu (27/6/2021).

Ditegaskan Juhari, jika terus dibiarkan, maka akan berakibat pada target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar. Maka dari itu, ia meminta agar keberadaan bangunan toko tersebut segera ditindaklanjuti lebih serius.

“Kami yakin masih ada bangunan liar lainnya, ini tugas bersama, terutama dinas terkait dan Satpol PP,” ucap dengan nada tegas.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia mengatakan, setiap ada pelanggaran pasti akan dilakukan tindakan, termasuk bangunan yang ada di pasar Kalianget yang terbukti membangun di dalam pasar tanpa izin dan tidak bayar retribusi.

“Saat ini kami masih melakukan operasi dan ada kesibukan yang lain. Semuanya akan ditindaklanjuti, bertahap akan kami lakukan,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Shocibi mengatakan, hasil pendataan dan validasi terhadap bangunan dan pedagang di  Pasar Pabrik Kecamatan Kalianget ditemukan ada dua bangunan liar. Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut,  bahkan akan berkoodinasi dengan Satpol PP.

“Ini fungsi dari pendataan pedagang di pasar, dan bangunan liar sudah kami data,” pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *