Pemenuhan Pembangunan TPI Masalembu Nihil

  • Whatsapp
Sejumlah nelayan di Sumenep masih belum menerima fasilitas yang layak. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Hasil tangkapan ikan yang cukup melimpah di Kepulauan Masalembu belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Hal itu terbukti, sampai saat ini permohonan untuk pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) tidak dipenuhi.

Salah satu perwakilan masyarakat Kepulauan Masalembu Joni Irawan mengatakan, untuk hasil tangkapan ikan di wilayahnya mencapai ribuan ton. Namun, sejauh ini pihaknya tidak bisa mengelola ikan karena belum ada fasilitas penunjang.

Bacaan Lainnya

“Kami itu ngirim setiap hari ribuan ton, menggunakan kapal besar setiap hari, tetapi mohon maaf selama ini tidak ada fasilitas yang bisa memudahkan para nelayan untuk meningkatkan harga, misalnya tempat pelelangan ikan (TPI),” tutur dia.

Padahal menurut Joni, melihat Masalembu sudah tidak diragukan lagi dalam menyuplai ikan terbanyak di Madura, maka sudah sepantasnya dibangun TPI. Selain diharapkan bisa membantu nelayan dalam penekanan harga juga soal nasib nelayan lebih terakomodir.

“Sudah pernah kami mengajukan tapi belum ada respon, sudah selayaknya di Masalembu asa TPI dan yang lainnya. Fasilitas kurang selama ini,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Tangkap Edie Ferrydianto melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Sumenep Agus Indro Wiyono mengakui, terhadap Masalembu yang mempunyai kelebihan dalam hasil tangkapan ikan.

“Ya memang di sana melakukan pengiriman setiap hari, bahkan ke daerah luar, seperti Kalimantan dan daerah lain. Tetapi untuk fasilitas memang tidak mudah aksesnya ke sana,” tanggap dia.

Apalagi yang diminta adalah TPI, itu nyaris tidak mungkin, sebab yang ada di Pasongsongan saja sampai saat ini tidak berfungsi secara optimal, apalagi memaksakan di kepulauan.

“Banyak tahapan dan itu sulit diatasi, misalnya lahan harus dibebaskan, pemerintah tidak punya lahan di sana, jadi untuk TPI tidak memungkinkan,” pungkasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *