Izin 20 SMA/SMK Terancam Dicabut

  • Whatsapp
Sekolah yang siswanya kurang dari 60 siap-siap dihapus dan dicabut izinnya. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Meski jumlah sekolah semakin meningkat dan bertambah, namun hal itu tidak berjalan lurus dengan kualitas pendidikan. Terbukti banyak temuan terhadap sekolah yang jumlah siswanya di bawah 60 orang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin menyampaikan, pihaknya tidak bisa melakukan eksekusi terhadap sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) yang jelas tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan Pasal 24 Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Jumlah Minimal Siswa Setiap Rombongan Belajar (rombel).

Bacaan Lainnya

“Tidak bisa kami serta merta menutup meski sudah ada aturannya, harus ada instruksi dari kementerian dulu,” kata Syamsul.

Dia melanjutkan, berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pihaknya terdapat beberapa sekolah yang sudah diingatkan bakal dicabut izinnya atau dihapus. Karena sekolah tersebut kedapatan jumlah siswanya di bawah 60 orang.

“Sekolah yang kami datangi sudah diberikan peringatan dan tidak segan-segan akan dihapus lembaganya, mayoritas sekolah swasta,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan, salah satu yang menjadi alasan  utama penghapusan sekolah ialah jumlah siswa di bawah 60, itu akumulasi dari kelas 1 sampai 3, namun yang paling banyak sementara adalah SMK, sehingga ketika benar terjadi penghapusan siswa harus pindah ke jurusan yang sama.

Syamsul menegaskan, untuk melakukan penghapusan pihaknya menunggu kepastian atau instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Meski sempat sudah ada isu penghapusan sebelumnya namun pihaknya tetap menunggu surat resmi.

“Menunggu perintah saja kalau kami, ada sekitar 20 sekolah ini, jika sudah diperintahkan oleh pemprov disuruh hapus, otomatis kami langsung melaksanakannya,” paparnya.

Masih menurut Syamsul, rata-rata dalam temuannya jumlah siswanya hanya sekitar 10 orang, bahkan tidak sampai, sehingga jika itu dibiarkan maka efektivitas sekolah menjadi taruhannya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *