Pedagang Sapi Halangi Polisi yang Hendak Tutup Pasar

  • Whatsapp
Ratusan nassa di pasar hewan di Kecamatan Lenteng membuat pihak keamanan kewalahan pada saat akan menghalau massa untuk tidak masuk pasar. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Ditutupnya pasar hewan di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Minggu (11/7/2021) berlangsung panas. Petugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep serta aparat kemananan dari kepolisian, tidak mampu menghalau ratusan para pedagang serta pembeli sapi di Sumenep.

Petugas keamanan kalah jumlah dengan massa yang menolak, sehingga pasar gagal ditutup.

Bacaan Lainnya

Kepala UPT Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Purnomo Subagio membenarkan bahwa rencana penutupan pasar hewan di Lenteng itu dibatalkan. Alasannya, karena massa yang mengaku dari pedagang dan pembeli itu jumlahnya sangatlah banyak.

“Saat ini pasar Hewan di Lenteng dibuka. Sebab, kami serta pihak kemanan sangat kewalahan untuk membendung mereka (penjual dan pedagang sapi),” katanya, Minggu (11/7/2021)

Sempat terjadi aksi saling tarik menarik antara massa dengan petugas kemanan. Bahkan sempat membuat petugas lepas kendali dan seluruh massa terpaksa berlarian masuk pasar.

Setelah itu, pihak pedagang pasar mendatangi kantor Polsek Lenteng, karena sudah tidak kondusif. Bahkan saat saling tarik menarik serta ada gesekan dan saling pukul.  Mereka kemudian berembuk kantor Polsek Lenteng dan pedagang tetap memaksa pasar harus tetap buka.

“Hasil rembuk antara pihak pedagang pasar dengan pihak kemanan menghasilkan dibuka hari ini, tetapi minggu depan pihak pedagang bersedia untuk ditutup,” katanya, Minggu (11/7/2021).

Menurutnya bukan hanya pasar hewan di Lenteng yang ditutup, namun pasar hewan di Kecamatan Rubaru, di Kecamatan Pragaan, di Kecamatan Dasuk dan di Kecamatan Gapura. Dinyatakan bahwa penututpan itu selama PPKM atau sejak 12 Juli 2021, karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sementara itu, penjual hewan sapi asal Desa Bragung, Hairi menegaskan, massa mengepung petugas kemanan yang hendak menutup pasar lantaran tidak ada pemberitahun sebelumnya.

“Seandainya ada pemberitahuan sebelumnya enak kan. Masyarakat tidak ricuh. Penjual sapi yang sudah jauh-jauh dari berbagai wilayah kadung (terlanjur) datang ke pasar. Tidak ada informasi jelas pihak kemanan mau menutup, rugi kan kami,” tandasnya.

Perwakilan pedagang asal Desa Batang-Batang Daya, Sugianto juga menegaskan, kendati ditutup paksa, pada Minggu (11/7/2021) kemarin, pedagang diperkirakan tetap memaksa masuk pasar. Sebab jika ditutup secara dadakan, pedagang hewan akan merugi.

“Kami mau makan apa jika pasar hewan ditutup, kalau” paparnya.

Sedangkan petugas kemanan dari Polsek Lenteng Sumenep Sukur Widodo mengakui sempat kewalahan menanngani banyaknya massa. Akhirnya pihak kemanan mengambil jalan tengah dengan memanggil perwakilan pedagang untuk berembuk.

“Akhirnya pedagang mau untuk ditutup asalkan bukan sekarang, ya terpaksa kami buka saat ini. Tetapi minggu depan resmi ditutup berdasarkan kesepakan,” ujar dia.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti belum berhasil dikonfirmasi, saat dihubungi melalui telepon seluler tidak ada respon. (imd/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *