Dinkes Dinilai Setengah Hati dalam Pengadaaan Alat Kesehatan

  • Whatsapp
Ketersediaan alkes di Sumenep masih terkendala anggaran. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Pengadaan alat kesehatan (alkes) di Kota Keris tidak sepenuhnya bisa direalisasikan. Hal diketahui dari anggaran yang disediakan dalam setiap tahunnya masih minim. Tercatat tahun ini dari anggaran Rp470 juta untuk pengadaan alkes di 30 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Moh. Nur Insan mengatakan, pengadaan alkes mulai akan direalisasikan. Namun, anggaran yang sangat minim tidak dapat diandalkan untuk pemenuhan alkes di seluruh puskesmas.

Bacaan Lainnya

“Bulan ini insya Allah sudah terwujud, dan dapat dilakukan untuk sebagian kebutuhan puskesmas,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, alkes yang dimaksud di antaranya, alat laboratorium dan alat UGD, alat sterilisator, alat penyeteril alat-alat di puskesmas yang selama ini masih dibutuhkan oleh puskesmas.

“Dinkes saat ini akan menyelesaikan penyempurnaan kegiatan fisik sambil melengkapi sebagian sarana prasarana sumber daya manusia (SDM),” ujar dia.

Sementara itu, anggota komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, ketersediaan alkes di semua puskesmas harus merata. Itu sudah kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan. Seharusnya di masa pandemi Covid-19 perlu alat yang sebagian pasien membutuhkannya. Misalnya, alat kesehatan di UGD, serta alat lainnya.

“Seluruh puskesmas segera melaporkan jika alat kesehatan masih kekurangan,” pungkasnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *