Disperindag Batasi Pengunjung Pasar Tradisional

  • Whatsapp
Alasan pasar tradisional tidak ditutup lantaran untuk memenuhi kebutuhan pokok. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Selain pasar ternak, pasar tradisional, toko kelontong tidak termasuk yang dilarang atau direkomendasi ditutup. Namun ada pembatasan maksimal 50 persen batasan pengunjung pasar.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi mengatakan, untuk pasar ternak telah direkomendasi oleh pemerintah pusat untuk ditutup. Sementara untuk toko kelontong tidak ditutup, hanya ada pembatasan pengunjung.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan perintah Kementerian Dalam Negeri untuk pasar tradisional tidak dilarang, itu alasannya kenapa tidak ditutup kalau pasar biasa, untuk yang kebutuhan pokok tidak ditutup,” katanya.

Dia memastikan pengunjung misalnya di Pasar Anom yang merupakan pasar terbesar di Kota Keris dengan adanya PPKM sudah di bawah 50 persen. Pihaknya menilai dengan hasil pengawasan yakni rata-rata pendapatan pedagang maksimal hanya 60 persen dari biasanya.

Ditanya soal dampak terhadap retribusi? Ardi tidak berani mengaitkan dengan capaian target pendapatan asli daerah (PAD). Karena dengan adanya pembatasan pengunjung maka otomatis pendapatan akan berkurang.

“Namun itu tidak menjadi target atau sesuatu yang dipikirkan, sebab yang paling prioritas itu adalah keselamatan masyarakat, maka kami tetap fokus ke sana dulu,” imbuhnya.

Pihaknya memastikan seluruh pasar tradisional pengunjungnya di bawah 50 persen, pihaknya mengaku akan mengontrol melalui petugas pasar. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *