PPKM Darurat, Disdik Minta Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

  • Whatsapp
Salah satu siswa saat pulang dari sekolah di hari pertama masuk sekolah. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Hari pertama masuk tahun ajaran baru, sekolah di Sumenep kembali menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal tersebut dikarenakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat oleh pemerintah.

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep meminta sekolah agar tidak menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) meskipun dengan protokol kesehatan (protkes) dan ribuan guru telah divaksin.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan menyampaikan, berdasarkan evaluasi dana laporan dari pengawas, ternyata siswa didampingi orang tuanya masih ada yang masuk sekolah.

“Ternyata ketika ditanyakan atau dikonfirmasi ternyata penyampaian persoalan teknis, siswa harus seperti apa selama PPKM, itu yang disampaikan,” kata Iksan. Selasa (13/7/2021).

Ia menambahkan, untuk selanjutnya tidak ada toleransi, seluruh sekolah di bawah binaannya harus melakukan model pembelajaran dalam jaringan (daring)

Menurutnya tidak ada pengecualian, meski di daerah pelosok dan tidak ada jaringan, pihaknya meminta guru di sekolah yang bersangkutan turun langsung mendatangi rumah masing-masing siswa.

“Kami pastikan untuk selanjutnya akan PJJ, karena bukan main-main lagi persoalan Covid-19. Kami akan kontrol terus melalui para pengawas, akan kami mintai laporan, dan kami siap menerima pengaduan dari masyarakat,” imbuhnya.

Iksan mengaku sudah mengimbau di masa PPKM tidak ada toleransi untuk sekolah menerapkan PTM. Pihaknya tidak segan-segan memberikan teguran kepada sekolah yang memaksa menerapkan PTM. (ara/maf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *