RSUD Moh. Anwar Bisa Lakukan Tes PCR

  • Whatsapp
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Semenep, Erliyati. (Foto: Ist)

KABAR SUMENEP | Masuknya Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUD MA) Sumenep sebagai penyelenggara laboratorium pemeriksa Covid-19, paling lama 8 jam setelah pasien menjalani swab test polymerase chain reaction (PCR), hasilnya sudah diketahui. Dengan begitu, pelayanan akan semakin cepat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Semenep Erliyati melalui humas RSUD Dr. H. Mohammad Anwar Sumenep Arman Endika Putra mengatakan, laboratorium PCR yang disediakan terdapat tiga macam ruangan.

Bacaan Lainnya

“Dengan memiliki laboratorium rujukan, maka pelayanan untuk pasien, hasil pemeriksaan akan lebih ptofesional. Sehingga, tatalaksana pelaksanaan pasien lebih cepat dilaksanakan,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Laboratorium rujukan yang diselenggarakan RSUD MA Sumenep itu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19.

Sejatinya, labooratorium itu sudah diresmikan pada Januari 2021. Setelah itu dilakukan visitasi oleh Kemenkes untuk dinilai, baik dari sisi baik fasiltas dan sumber daya manusia (SDM) maupun manajemen pelaksnaan. Setelah itu, pada Mei 2021 terbitlah SK Kemenkes itu.

“Jauh sebelumnya, RSUD siap melaksanaan pasien Covid-19, tapi menunggu SK Kemenkes,” urai Arman.

Di dalam laboratorium itu akan menugaskan lima orang. Siap menerima sampel sebanyak 40-50 per hari dan dapat dikerjakan dalam satu hari. Ruangannya tekanan negatif.

Dalam pemeriksaan sampel Covid-19, lab tersebut harus memenuhi standar bio safety level 2 (BSL-2), serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk memeriksa dan memvalidasi Covid-19.

Laboratorium pemeriksa Covid-19 yang dimiliki RSUD MA adalah kepanjangan dari laboratorium rujukan nasional di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, laboratorium pemeriksa di RSUD MA Sumenep di bawah binaan laboratorium pembina provinsi. Terdapat tiga jenis laboratorium itu di Jawa Timur, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya dan Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya.

Setiap laboratorium memiliki kapasitas pemeriksaan yang ditentukan oleh banyak faktor, seperti ketersediaan logistik, peralatan laboratorium dan sumber daya manusia untuk pelaksanaan kegiatan pemeriksaan maupun pencatatan dan pelaporan.

Pendanaan terhadap penyelenggaraan laboratorium pemeriksa, dapat melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan sumber lainnya.

Arman berharap, laboratorium itu membuat penanganan wabah segera teratasi tanpa harus berlama-lama.

“Lab pemeriksa merupakan lab penerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit, dinas kesehatan, laboratorium kesehatan atau fasilitas kesehatan lainnya,” ujar dia. (imd/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *