Pembangunan Landasan Kontainer Sampah Menuai Sorotan

  • Whatsapp
Kondisi sampah di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi masih berserakan. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Lambannya pembangunan landasan untuk kontainer sampah di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi membuat masyarakat resah. Bahkan, kondisi itu membuat Kepolisian Sektor (polsek) Saronggi ikut menyoroti lambannya penanganan sampah tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Saronggi Iptu Wahyudi Kusdarmawan mengatakan, tidak akan tinggal diam selama persoalan itu sampah di Desa Tanah Merah tidak kunjung selesai. Pihaknya mengaku sudah sering mendapat laporan dari masyarakat soal lambannya penangan sampah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jika masih belum selesai pada pembangunan landasan, maka kami akan bertindak,” katanya Rabu (14/7/2021).

Dia menegaskan, tindakan tersebut akan mendatangi pihak kepala desa setempat kemudian pihak Kecamatan Saronggi. Jika tidak begitu. Maka, landasan yang dibangun tidak cepat selesai.

“Perlu kerjasama baik antara pihak kepala desa dengan camat untuk segera menyelesaikan pembangunan landasan,” ucap dia.

Jika landasan masih belum selesai, otomatis kontainer tidak terpasang, dengan begitu sampah masih berserakan seperti kondisi saat ini. Masyarakat tiada henti mengeluh akibat baunya sampah yang membusuk.

“Kami sebenarnya sangat kasihan sama masyarakat yang lewat di daerah Desa Tanah Merah di pinggir jalan itu,” paparnya.

Kepala Desa Tanah Merah Wawan mengutarakan, lambatnya pembangunan landasan kontainer dikarenakan butuh proses dalam pengerjaan. Butuh pekerja yang paham terkait pembangunan landasan itu.

“Insya Allah bulan ini akan kami selesaikan, sehingga kontainer dapat terpasang,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Agus Salam mengatakan, hingga saat ini tidak ada koordinasi lanjutan dari pihak camat. Sehingga kontainer tidak terkirim.

“Jika bangunan landasan sudah selesai. Kami akan segera kirim, agar sampah tidak berserakan,” ucapnya.

Anggaran kontainer senilai Rp40 juta. Dengan adanya kontainer, sampah tidak lagi berserakan.  Harapannya, landasan segera diselesaikan paling lambat akhir Juli 2021.

“Kami ingin semua jalan di Sumenep Asri tanpa ada bau busuk,” tukas pria yang akrab disapa Agus itu. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *