Takut Divaksin, Pedagang Memilih Mogok Jualan

  • Whatsapp
Mayoritas pedagang memilih tidak jualan di Pasar Anom karena takut diswab. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Beredarnya video yang menyatakan bahwa pengunjung Pasar Anom bakal dites swab dan divaksin selama sepekan, mulai pada Rabu (14/7/2021), para pedagang memilih mogok jualan lantaran ketakutan. Sehingga pasar tampak sangat sepi.

“Kepada para pedagang dan pengunjung pasar mulai hari Rabu selama satu minggu akan ada tamu dari tim satgas untuk melakukan swab dan vaksin kepada pedagang dan pengunjung,” kata petugas berseragam dalam video berdurasi 27 detik itu.

Bacaan Lainnya

Salah satu pedagang buah asal Kecamatan Saronggi Fathorrohman mengaku terpaksa memberanikan diri membuka lantaran khawatir dagangannya busuk jika tidak dijual.

“Ada belasan penjual buah tapi yang buka hanya saya, karena istri saya yang maksa takut buah kami busuk jika tidak terjual,” kata dia.

Pedagang lain, Nurul Sifron, mengaku sempat buka tetapi datang lebih pagi dan segera bergegas tutup kios lantaran khawatir terkena sasaran swab dan vaksin.

“Saya buka pukul 5 pagi, tetapi pukul 8 saya sudah tutup. Kami takut divaksin dan diswab, ternyata tidak jadi hari ini katanya,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi menyayangkan sikap masyarakat yang tidak mendukung upaya PPKM.

“Kan pemerintah hanya khawatir, masalah masyarakat sendiri pas tidak mau protokol kesehatan, tidak mau diswab dan vaksin, padahal di pasar kan saling bersentuhan sama lain,” ungkap dia.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menilai, para pedagang malah salah persepsi. Sebab yang menjadi sasaran swab adalah masyarakat yang keluar masuk Sumenep.

“Kami akan mengambil masyarakat atau pengunjung pasar yang tidak prokes, misalnya tidak memakai masker,” jelas AKP Widi. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *