Situs Sejarah Gagal Dijadikan Cagar Budaya

  • Whatsapp
Makam Bujuk Beragung usianya sudah layak jadi cagar budaya, tapi gagal karena diganti keramik. (Foto: Moh. Razin)

KABAR SUMENEP | Berdasarkan penelitian dan kajian dari tim ahli, sedikitnya ada sekitar 227 tempat di Sumenep yang ditetapkan sebagai situs bersejarah. Namun dari jumlah tersebut sudah banyak yang tidak bisa ditetapkan cagar budaya lantaran arsitekturnya diubah.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Wilayah Sumenep Tadjul Arifien R menyampaikan, perubahan itu disebabkan masyarakat kurang edukasi tentang memelihara tentang situs bersejarah. Sehingga tidak jarang ditemukan sejumlah situs sejarah dibiarkan tanpa ada perawatan.

Bacaan Lainnya

“Masalahnya tim kami saja banyak yang tidak paham itu, apalagi masyarakat. Misalnya astah atau makam bersejarah ternyata ketika diteliti ada yang diubah,” jelasnya.

Tadjul menyebutkan, salah satu di antara situs bersejarah yang usianya hampir seribu tahun dan gagal ditetapkan sebagai cagar budaya di antaranya makam Joko Tole yang berada di Kecamatan Manding dan Bujuk Baragung yang berada di Kecamatan Ganding.

Keduanya mengalami perubahan, misalnya biar terlihat anyar diganti keramik dan benda baru lainya. Padahal hal itu merupakan suatu yang fatal, meski usianya sudah layak ditetapkan sebagai cagar budaya, yakni berusia minimal 100 tahun.

“Itu yang nampak, banyak lagi yang menjadi target dan telah mengalami perubahan. Karena masyarakat kurang edukasi tentang pemeliharaan situs bersejarah,” imbuhnya.

Kendati seperti itu, dia berharap jika ada bangunan tua peninggalan sejarah maka masyarakat jangan sampai merubah dengan bahan modern. Seharusnya itu bisa dirawat keasliannya.

“Pengennya merawat tetapi malah mencederai situs itu untuk dijadikan cagar budaya,” pungkasnya. (ara/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *