Penertiban PPKM Darurat Perlu Dievaluasi

  • Whatsapp
Pelaksanaan salat Idul Adha yang digelar di masjid dan langgar perlu evaluasi di masa perpanjangan PPKM darurat. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Salat Idul Adha di Masjid atau Lapangan, nampaknya kurang diindahkan oleh sejumlah  masyarakat. Hal itu terlihat dari sekian masjid banyak dijadikan tempat salat Idul Adha.

Plt Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Zainurrosi mengakui banyak masyarakat yang melanggar SE peniadaan salat Idul Adha di masjid dan lapangan. Banyak laporan jika sejumlah masjid dan langgar dijadikan tenpat salat Idul Adha.

Bacaan Lainnya

“Yang namanya masyarakat pasti bermacam-macam, dalam pemahaman. Tentu ini menjadi evaluasi di masa perpanjangan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) darurat,” katanya, Rabu (21/7/2012).

Menurutnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 perlu pembenahan. Sebab, kemenag hanya sebatas berkewajiban memberikan imbauan  dan sosialisasi terhadap masyarakat.

“Masyarakat perlu ada penyadaran diri tentang bahayanya berkerumun,” tandasnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, persoalan salat di masjid atau di langgar sangat sulit dilakukan pencegahan. Sebab, hal itu merupakan kultur atau budaya masyarakat. Terlebih di Madura. Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain memberikan imbauan.

“Kedepan, kami akan evaluasi terhadap penertiban PPKM darurat,” ucapnya.

Dia mengatakan, selain masalah ibadah. Pelaksanaan PPKM darurat sudah diberlakukan secara maksimal. penjagaan ketat juga diberlakukan. Sehingga, aktivitas berkerumun sudah diantisipasi.

“Semoga masyarakat dapat menyadari akan bahayanya berkerumun,” ucapnya. (imd/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *