Dinkes Minta Penguatan 3T Dimaksimalkan

  • Whatsapp
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep mengakui penerapan tracing, testing, dan treatment (3T) perlu dimaksimalkan. (Foto: Imam Mahdi)

KABAR SUMENEP | Penguatan tracing, testing, dan treatment (3T) menjadi salah satu syarat agar perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 membuahkan hasil yang signifikan.

Kepala seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Imam Muttaqin mengatakan, penguatan 3T masih kekurangan fasilitas. “Puskesmas-puskesmas sudah melakukan pelacakan. Bahkan, di daerah kota tidak terbendung. Sebab, hampir setiap hari ada orang meninggal,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ke depan mengenai penguatan 3T perlu dimaksimalkan. Sebab, tidak jarang terbentur dengan kegiatan vaksinasi.

“Jadi, di Sumenep untuk 3T butuh pembenahan, apalagi alat rapid test-nya masih kurang” ujarnya.

Diketahui, dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, untuk mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dan pengendalian penyebaran Covid-19, salah satunya yaitu dengan penguatan 3T.

Imam menambahkan, target positivity rate <10% masih sangat sulit. Harapannya, ke depan bisa melakukan penguatan 3T. Sehingga, perpanjangan PPKM Level benar-benar maksimal.

“Dinkes masih berbenah dalam segala bidang. Utamanya masalah Covid-19 yang tidak kunjung selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris II Satgas Covid-19 Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran covid-19 cukup luar biasa. Penjagaan ketat dilakukan di posko-posko penjagaan.

“Saat ini peta sebaran Covid-19 per 21 Juli 2021 yaitu 3393 kasus terkonfirmasi, 3305 yang sembuh, dan yang meninggal 166 orang, untuk suspek 0 persen,” pungkasnya (imd/maf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *